Niat Puasa Sabtu 9 Juli 2022 (Tarwiyah, Dzulhijjah dan Arafah)

image: membaca niat puasa


Sabtu, 9 Juli 2022, umat Islam akan menunaikan puasa Arafah. Berikut bacaan Niat Puasa Arafah dan Bacaan Buka Puasa. Simak juga penjelasannya, bolehkah puasa Arafah saja tanpa puasa Dzulhijjah dan Tarwiyah? Disebut sebagai puasa sunnah terpenting di bulan Dzulhijjah, inilah bacaan niat Puasa Arafah. Simak juga penjelasan keutamaan mandi menjelang Idul Adha.

Puasa Arafah disebut sebagai puasa sunnah terpenting di bulan Dzulhijjah. Puasa Arafah merupakan amalan puasa sunnah yang dilaksanakan sebelum Hari Raya Idul Adha 2022 tiba. Puasa ini, menurut Sultan Abdillah dalam Risalah Puasa, diperuntukan bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji untuk menghormati saudara-saudara Muslimnya yang berwudhu di Arafah.

Puasa Arafah dilakukan 1 hari pada tanggal 9 Zulhijah atau 1 hari sebelum Idul Adha. Namun, sebelum melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah, umat Islam dapat memulainya dengan Puasa Dzulhijjah. Tentunya sebelum memulai, perlu diketahui bacaan niat sebagai awal puasa. Bagi umat Islam yang akan melaksanakan puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, berikut bacaannya:

Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta'âlâ.

Artinya, "Aku berniat puasa sunah Arafah esok hari karena Allah SWT."


Keutamaan puasa jelang Idul Adha 2022

Umat ​​Islam sangat dianjurkan untuk mengamalkan puasa sunnah menjelang Idul Adha 2022. Allah SWT menjanjikan banyak keutamaan bagi setiap orang yang menjalankannya. Amalan yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah memiliki keutamaan. Orang yang menjalaninya akan diganjar sama dengan mati syahid.

“Apakah jihad juga tidak sebanding dengan beramal pada sepuluh hari tersebut?” Rasulullah menjawab, “Tidak, kecuali ia mengorbankan harta dan jiwanya di jalan Allah (mati syahid),” (HR Ibnu Majah).

Tidak hanya itu, keutamaan lainnya yaitu dikabulkan doa-doa yang dipanjatkan, dijauhkan dari sifat munafik, dipenuhi rasa cinta kasih, hingga dijauhkan dari kesusahan.

Anjuran puasa sunnah di bulan Dzulhijjah ini juga berdasarkan salah satu hadits shahih.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Tidak ada amal yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih baik daripada yang dilakukan pada sepuluh hari ini para sahabat bertanya, "tidak pula jihad?", beliau menjawab "tidak pula jihad, kecuali seorang laki-laki yang keluar dengan jiwa dan hartanya kemudian ia kembali dengan tidak membawa apapun. (HR. Bukhari).


Bacaan Niat Buka Puasa Dzulhijjah

Berikut ulasan untuk bacaan doa berbuka Puasa Arafah:

Dalam masyarakat, umumnya lafaz untuk doa buka puasa yang sering dibaca untuk alternatifi lafaz doa berbuka Puasa Arafah adalah sebagai berikut:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latin: Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin

Artinya: "Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih."

Bacaan ini juga bisa jadi satu di antara niat buka puasa Dzulhijjah yang bisa Anda lafazkan.

Namun, ada beberapa lafaz bacaan doa buka puasa yang benar lainnya yang juga bisa Anda amalkan untuk bacaan doa berbuka Puasa Arafah pada hari ini dan besok.

Beberapa di antaranya yakni :

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Latin: “Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah-ed.”

Artinya: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki

Lafaz doa buka puasa yang benar ke dua ini, didasarkan dari Hadits shahih yang ada dalam Riwayat Abu Daud 2357


Bolehkah Puasa Arafah Saja

Anda mungkin punya pertanyaan apakah boleh hanya Puasa Arafah saja di puasa Dzulhijjah tahun ini?

Hal tersebut satu di antaranya dapat dilihat dari keterangan dalam hadist puasa Arafah.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Dari keterangan di hadist tersebut, maka sekurang-kurangnya jangan sampai kehilangan kesempatan mengerjakan puasa Arafah lantaran besarnya fadhilah puasa Arafah.

Sehingga meskipun tak mengerjakan puasa Tarwiyah, tetap sebisa mungkin mengerjakan puasa Arafah.

Yang paling afdhal tentunya bisa melaksanakan puasa Dzulhijjah selama sembilan hari penuh dari tanggal 1 Dzulhijjah sampai 9 Dzulhijjah.

Sebagaimana hadist Rasulullah SAW dari Hunaidah bin Kholid, dari istrinya, beberapa istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berkata:

عَنْ بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ تِسْعَ ذِى الْحِجَّةِ وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ.

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya, …” (HR. Abu Daud no. 2437)

Demikianlah postingan tentang niat puasa sabtu 9 Juli 2022 beserta penjelasan terkait apa itu puasa tarwiyah dan Arafah serta panduan untuk pelaksanaannya.