Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kisah Nabi Idris A.S

 Kisah Nabi Idris A.S


Nabi Idris Alaihissalam Bersama Malaikat Izrail Suatu ketika Nabi Idris Alaihissalam telah dikunjungi Malaikat Izrail dan bertanya Nabi Idris Alaihissalam katanya "Hai malaikat Izrail, engkau datang ini untuk mencabut nyawa atau untuk menziarah?". Kata Malaikat Izrail aku datang untuk menziarah atas izin Allah. Kata Nabi Idris kepada Malaikat Izrail "Hai Malaikat Izrail, saya ada keperluan dan kepentingan kepadamu" Kata Malaikat Izrail "Kepentingan apa itu?" Jawab Nabi Idris "Kepentingan denganmu yaitu supaya engkau mencabut nyawaku dan kemudian Allah menghidupkan kembali sehingga aku dapat beribadah kepada Allah setelah aku merasakan sakaratulmaut". Kata Malaikat Izrail sesungguhnya aku tidak akan mencabut nyawa seseorang melainkan mendapat izin Allah. Maka Allah memberi wahyu kepada Malaikat Izrail agar dia mencabut nyawa Nabi Idris, maka seketika itu Malaikat Izrail mencabut nyawa Nabi Idris Alaihissalam. Maka Malaikat Izrail menangis atas kematian Nabi Idris sambil memohon kepada Allah agar Allah menghidupkan kembali Nabi Idris Alaihissalam.

Kemudian Allah mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka Nabi Idris hidup kembali. Malaikat Izrail bertanya kepada Nabi Idris Alaihissalam. "Hai saudaraku, bagaimana rasanya sakaratulmaut itu?. Kata Nabi Idris Alaihissalam "Sesungguhnya rasa sakaratulmaut itu saya umpamakan binatang yang hidup itu dilapah kulitnya (dibuang kulitnya semasa hidup-hidup) dan begitulah rasanya sakaratulmaut bahkan lebih seribu kali sakit." Kata Malaikat Maut "Secara halus dan berhati-hati aku mencabut nyawa yang seperti itu selama-lamanya. "Kemudian Nabi Idriz Alaihissalam berkata lagi pada Malaikat Maut "Hai Malaikat Maut, saya ada keinginan lagi dengan engkau yaitu saya ingin melihat Neraka Jahanam sehingga saya boleh beribadah kepada Allah dengan bersungguh-sungguh setelah melihat belenggu, rantai-rantai dan kala jengking yang menyengat orang-orang yang ada di Neraka Jahanam." Kata Malaikat Maut "Bagaimana saya boleh pergi ke Neraka Jahanam tanpa izin Allah".

Maka Allah memberi wahyu kepada Malaikat Maut dengan firman "Pergilah engkau ke Neraka Jahanam bersama-sama Nabi Idris Alaihissalam". Malaikat Maut pun pergi ke Neraka Jahanam bersama-sama Nabi Idris kemudian melihat segala macam siksa-an yang diciptakan Allah untuk musuh-musuhNya yang berupa belenggu, rantai-rantai dari pada neraka dan kala jengking serta ular dengan api-api yang menyala dan kayu zakum dan air yang sangat panas untuk diminum oleh ahli neraka tersebut. Setelah kembali Nabi Idris berkata lagi kepada Malaikat Maut. "Hai Malaikat Maut, saya ada keinginan lagi denganmu yaitu saya ingin melihat surga sehingga saya boleh tambah meningkatkan amal ibadah, "maka Malaikat Maut berkata "Bagaimana boleh saya bersamamu ke dalam surga tanpa izin Allah." Maka Allah memberi izin pada Malaikat Maut untuk pergi berdua dan berhenti dekat pintu surga.

Maka Nabi Idris melihat didalamnya nampak bermacam-macam nikmat dan istana besar lagi indah dan beberapa anugerah yang berharga, juga tumbuh-tumbuhan serta buah-buahan yang beraneka warna dan rasanya berbeda-beda. Nabi Idris berkata "Hai saudaraku, saya telah melihat Neraka Jahanam yang didalamnya bermacam-macam rupa siksa-an dan azab neraka maka mohonlah engkau kepada Allah agar Allah mengizinkan saya untuk masuk surga dan minum airnya agar hilang rasa sakitnya sakaratulmaut ditenggorokanku ini dan juga terhindar daripada siksaan Neraka Jahanam.

Maka Malaikat Izrail minta izin kepada Allah lalu mengizinkannya, kemudian masuklah mereka berdua ke alam surga lalu keluar. Kemudian Nabi Idris masuk lagi ke dalam surga dan meletakkan sendalnya di bawah pokok kayu di dalam surga. Maka Nabi Idris masuk ke surga dan tidak mau keluar dari surga. Maka berteriaklah Malaikat Izrail memanggil Nabi Idris agar keluar dari surga. "Hai Idris, keluarlah engkau dari surga" Maka Nabi Idris pun tidak mau keluar, Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman lagi maksudnya "Tidak ada diantara kamu semua kecuali mereka itu memasuki (neraka/surga) sedang aku pernah memasuki neraka dan Allah pun juga berfirman lagi maksudnya "Dan tidaklah mereka itu dikeluarkannya". (keluar dari pada surga)

"Siapakah yang mengeluarkan saya dari surga" sedangkan Allah telah memberi kepada malaikat Maut. "Tinggalkanlah dia (Nabi Idris) sesungguhnya Aku telah memutuskan dia di zaman azali dahulu bahwa sesungguhnya dia (Nabi Idris) tergolong ahli dan penghuni surga." Dan Allah telah berfirman kepada rasul-rasulNya tentang kisah Nabi Idris dalam firmanNya yang bermaksud. "Dan ingatlah olehmu cerita-cerita dalam kitab Nabi Idris Alaihissalam dan seterusnya."


Video Ilustrasi, Kisah Nabi Idris A.S



Budi Santoso
Budi Santoso Penulis dan desainer grafis, yang menyajikan konten-konten unik, kreatif dan inspiratif. Kutipan: Pengetahuan yang baik senantiasa mengajarkanmu untuk lebih dekat pada Allah S.W.T

Posting Komentar untuk " Kisah Nabi Idris A.S"