24 C
id

Tata Cara Sholat Lailatul Qodar, Beserta Pengertiannya!

Source: Dreamstime.com


Seluruh umat Muslim sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1442 Hijriah. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1442 Hijriah pada Selasa, 13 April 2021. Setiap bulan Ramadhan terdapat satu malam yang istimewa bagi umat Islam, yakni malam Lailatul Qadar.

Apa Itu Malam Lailatul Qodar?

Malam lailatul qadar adalah malam turunnya ayat-ayat pertama Al-Quran kepada nabi umat Islam, Muhammad. Pengertian lain Lailatul Qadar merupakan malam ketika Tuhan (Allah SWT) pertama kali menurunkan wahyu berupa ayat-ayat Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.

Mulai memasuki pertengahan bulan Ramadhan, umat Islam banyak yang berlomba-lomba untuk mendapatkan Lailatul Qadar. Lailatul Qadar adalah satu malam yang mulia di bulan suci Ramadhan. Ayat Al Quran yang menjelaskan tentang Lailatul Qadar yakni Surah al-Qadr.

Berikut Surah al-Qadr beserta artinya:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada Lailatul Qadr. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadr itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar". (QS. Al Qadr [97] : 1-5)

Pada intinya melalui surah ini, Allah memberitahukan bahwa di dalam bulan Ramadhan ada satu malam yang mulia, yakni Lailatul Qadar.

Kebaikan atau pahala yang diberikan kepada orang yang melaksanakan ibadah di waktu Lailatul Qadar, lebih baik dibanding seribu bulan.


Kapan Terjadinya Malam Lailatul Qodar?

Dalam berbagai riwayat telah dijelaskan dalam hadist Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bahwa Lailatul Qadar terjadi 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Terkait kepastian malam keberapa, belum ada penjelasan. "Tetapi di antara para ulama memberikan satu pendapat, gambaran," terangnya.

Gambaran tersebut yakni:

  • Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29.
  • Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21.
  • Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27.
  • Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25.
  • Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23.

Hal tersebut merupakan sebuah pendapat, maka alangkah baik selama 10 hari terutama di malam-malam ganjil untuk menyongsong Lailatul Qadar. Hal tersebut karena manusia tidak tahu secara pasti turunnya Lailatul Qadar. "Itu rahasia Allah SWT"


Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar?

Terdapat beberapa tanda tanda lain untuk mengetahui datangnya malam Lailatul Qadar ini. Dilansir dari muslim.or.id berikut tanda-tanda malam Lailatul Qadar yang perlu kita ketahui:

1. Udara dan Angin Terasa Sejuk 

Sebagaimana dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi. Haytsami mengatakan periwayatnya adalah tsiqoh/terpercaya).

2. Merasa Tenang 

Malam Lailatul Qadar menurunkan ketenangan sehingga manusia merasakan ketenangan tersebut dan merasakan kelezatan dalam beribadah, yang tidak didapatkan pada hari-hari yang lain. Selain itu, adanya ketenangan batin jika kita beribadah pada hari tersebut.

3. Melihat dari Mimpi Seperti Sahabat Nabi 

Manusia dapat melihat malam ini dalam mimpinya sebagaimana terjadi pada sebagian sahabat. Namun, saat ini sudah jarang yang mendapatkan mimpi jika malam Lailatul Qadar akan datang kepadanya di hari tersebut.

4.Matahari Terbit dengan Indah 

Matahari akan terbit pada pagi harinya dalam keadaan jernih, tidak ada sinar. Dari Abi bin Ka’ab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Subuh hari dari malam lailatul qadar matahari terbit tanpa sinar, seolah-olah mirip bejana hingga matahari itu naik.” (HR. Muslim).


Tata Cara Sholat Lailatul Qodar?

Menunaikan sholat sunnah lailatul qodar pada dasarnya tak jauh berbeda dengan sholat-sholat sunnah lainnya. Yang menjadikan pembeda hanyalah bacaan niatnya saja. Berikut ini adalah tata cara sholat lailatul qodar yang bisa Anda pelajari!

1. Membaca niat sholat lailatul qodar

Sholat lailatul qadar dapat dikerjakan sebanyak dua rakaat atau empat rakaat. Niat sholat lailatul qadar dua rakaat adalah sebagai berikut:

"Ushalli sunnata lailatil qadri rak’ataini lillahi ta’aalaa."
Artinya: "Saya niat shalat sunnah lailatul qadar dua rakaat karena Allah Ta’ala."

Sementara, niat sholat lailatul qadar empat rakaat adalah sebagai berikut:

"Ushalli sunnata lailatil qadri arba’arakaatin lillahi ta’aalaa."
Artinya: "Saya niat shalat sunnah lailatul qadr empat rakaat karena Allah Ta'ala."

2. Takbiratul ikhram

Tidak berbeda dengan awalan ketika menjalankan sholat lainnya, dalam sholat lailatul qadar juga diawali dengan gerakan takbiratul ikhram yang mengucap kalimat takbir yaitu "Allahu Akbar".

3. Membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek.

Langkah selanjutnya adalah membaca surat Al-Fatihah pada tiap rakaat. Dilanjutkan membaca surat Al-Ikhlas 7 kali atau At-Takatsur 1 kali, kemudian Al-Ikhlas 3 kali atau Al-Qadr sebanyak 3 kali. Namun apabila terdapat kesulitan dalam membaca surat-surat pendek tersebut, Anda dapat membaca surat pendek lainnya sesuai kemampuan masing-masing.

4. Tidak menggunakan tahiyat awal.

Dalam sholat lailatul qodar, ada sedikit perbedaan dengan sholat wajib empat rakaat. Yaitu, pada rakaat kedua sholat lailatul qodar tidak perlu dilakukan duduk tahiyat. Namun, langsung bangun dan melanjutkan rakaat yang ketiga.

5. Tahiyat akhir.

Jika sudah sampai rakaat keempat, lakukan duduk tahiyat akhir sambil mengucap doa tahiyat yang sama dengan doa tahiyat pada sholat-sholat lainnya.

6. Mengucap salam.

Setelah selesai membaca doa tahiyat akhir, lakukan salam.

7. Berdoa.

Terdapat doa yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk dipanjatkan setelah melaksanakan sholat lailatul qadar. Doa tersebut adalah:

"Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni’."
Artinya: "Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun, dan menyukai memberikan pengampunan kepada hamba-Nya, maka ampunilah kesalahanku.


Demikian tata cara sholat lailatul qodar dibulan ramadhan yang bisa kita ketahui! Semoga bermanfaat dan membantu melaksanakan ibadah dibulan ramadhan dengan baik dan benar.

Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Posting Komentar

Ads Single Post 4